Internasional

Warga Suku Najran Siap Perangi Saudi

Salafynews.com, NAJRAN Pasukan suku-suku Yaman dan para aktifis di wilyah Najran mulai membentuk gerakan politik dan militer menentang wilayah Saudi, yang diberi nama “Ahrar al-Najran” setelah seminggu sebelumnya mendeklarasikan diri dari Saudi Arabia dan bergabung dengan Yaman dalam perang melawan Riyadh. Baca Suku Najran

NajranAktifis dan anggota gerakan yang baru itu, Abu Bakr Abi Ahmad al-Salami, mengatakan kepada FNA, Rabu(17/6) kemarin, bahwa semua suku di wilayah itu adalah anggota Gerakan Ahrar al-Najran.

Ia mengatakan bahwa para pemuda dan aktifis di Najran  meminta Pasukan Rakyat Yaman dan komite Revolusioner, saudara-saudara dari negara tetangganya itu untuk mau memberikan pelatihan militer bagi para pemuda di wilayah Najran.

Al-Salami menegaskan bahwa gerakan ini akan teguh melawan rezim Saudi  karena Saudi telah berbohong dengan memberi gambaran bahwa rezim itu seolah-olah sedang membela Islam. “Saudi Arabia yang lalim itu berkhayal seolah-olah mereka sedang membela Islam. Tapi mereka harus tahu, kamilah pembela Islam dan dua masjid suci, kami akan berlari di garis depan untuk membela dua masjid suci (Mekkah dan Madinah) jika diperlukan,” ungkap Salami.

Menurut al Salami, pertempuran pertama gerakan itu dalam waktu dekat akan bertempat di wilayah yang ada dalam pendudukan pasukan Saudi di Selatan Najran.

Sementara itu, suku-suku di Najran mengatakan bahwa mereka telah menargetkan para tentara dan milisi pro rezim Saudi di beberapa wilayah berbeda di Najran dan menambahkan pertempuran sengit telah terjadi di beberapa wilayah tetangga pada hari Selasa lalu. Baca Saudi Biarkan Lapar Najran

Senin sebelumnya, pasukan suku Najran telah mendeklarasikan kemerdekaan dari pemerintahan Riyadh dan bergabung dengan pasukan Yaman dalam pertempuran melawan rezim Saudi, karena menganggap Saudi telah mengkhianati semua perjanjian dengan mereka.

Najran adalah satu dari beberapa wilayah Yaman yang telah dianeksasi Riyadh untuk menjadi bagian dari Arab Saudi melalui perang ataupun menyuap pemerintah di Sana’a dalam beberapa dekade terakhir.

Pada hari Senin lalu, suku di kota perbatasan Najran mengatakan bahwa mereka berlepas diri dari Saudi dan bergabung dengan masyarakat Yaman untuk bertempur melawan Saudi Arabia.

Syekh Faozi Akram kepala suku Yaam dan Walad Abdullah di Najran mengatakan bahwa suku-suku di kota itu memiliki rencana untuk segera melepaskan diri dari pemerintahan pusat di Riyadh.

“Pasukan Saudi menembakkan rudal dan bom mortir ke wilayah Najran dan kemudian menuduh pihak Houthi Yaman yang melakukan,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa suku-suku di Selatan Najran telah melakukan pertemuan dengan pasukan Yaman untuk mendiskusikan bagaimana cara melawan balik pasukan Saudi.

Syeikh Akram menggaris bawahi bahwa tuntutan suku-suku Yaman untuk merdeka bangkit akibat agresi biadab Saudi terhadap Yaman dan kehadiran personil militer Saudi di Najran.

“Semua suku Yaman terancam oleh Saudi Arabia dan kami siap untuk syahid di jalan Allah,” tambahnya.

Pernyataan itu disampaikan setelah orang-orang suku yang tinggal di Najran dalam sebuah pernyataan menyuarakan oposisi terhadap serangan Riyadh di Yaman dan menyatakan perang melawan rezim Saudi. (SFA/LM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: