Fokus

Wawancara Eksklusif Dengan KH Alawi al-Bantani Tentang Surat Edaran Waspada Wahabi Jabar

4 Desember 2015

SALAFYNEWS.COM, BANDUNG – Wartawan Salafynews.com berkesempatan mewawancarai salah satu tokoh NU Jawa Barat KH Alawi Al-Bantani (Kontributor Lembaga Takmir Masjid PBNU) untuk mempertanyakan merebaknya surat edaran yang disinyalir dari Kemenag Jawa Barat tentang Himbauan dan waspada terhadap aliran Wahabi serta gerakan radikal yang dipelopori oleh Ustad Athian Ali. Berikut hasil wawancara kami dengan beliau :

Athian Ali

SFA : Wartawan Salafynews, KH Alawi al-Bantani: KH

SFA: Telah Beredar SE (Surat Edaran) dari Kemenag Jabar tentang Waspada terhadap Ajaran Wahabi dan Pengumpulan dana yang disinyalir buat ISIS oleh Ust Athian Ali yang juga mengacu dari surat Edaran MUI Jabar bagaimana menurut Anda? (Baca Ketua MUI Kaltim Tolak ANNAS)

KHA: Kebenarannya tidak perlu disangkal atau dianggap Hoax. Kita semua paham sekali tentang sifat dan karakter Wahabi ini. Jangankan SE, al-Quran dan al-Hadits yang jelas-jelas shahih saja tafsirnya sering dipalsukan. Rekan-rekan NU di Jabar meyakini keshahihan SE tersebut. Penolakan yang ada dikarenakan adanya tekanan dari pihak Eksekutif agar SE tersebut tidak berkembang luas di masyarakat. Tentang adanya pengumpulan dana untuk para calon teroris yang berasal dari Bandung, bisa jadi benar dan bisa juga betul. Semuanya bisa terjadi. Oleh karena itu gerakan ekstrim Wahabi yang memakai kedok ANNAS (Aliansi Anti Syiah Nasional) yang diketuai Athian Ali ini dalam pengawasan pihak berwajib. Dan sekali lagi pihak di atas yang memainkan bidak caturnya. (Baca Surat Edaran Kemenag Jawa Barat, WASPADA Wahabi dan Ceramah Ust Athian Ali ANNAS)

SFA: Tapi hal Tersebut Sudah dibantah oleh Kepala Kemenag Jabar Bapak Achmad Bukhori Bahwa surat edaran itu Palsu?

KHA: Adapun bantahan dari bapak Ahmad Buchori adalah bantahan sepihak tidak mewakili kebenaran dilapangan yang sebenarnya, itu menurut para kyai-kyai kami.

SFA: Kalau Menurut anda dan NU Bagaimana sepak terjang Ust Athian Ali ini?

KHA: Menurut NU Jabar, gerakan Athian Ali ini adalah gerakan takfiri yang sangat berbahaya. Karena gerakan ini selalu menggiring dan menghasut masyarakat awam agar meyakini kesesatan yang dianggapnya sebagai sebuah kebenaran. Dan harus diketahui pula bahwa Athian Ali dkk-nya adalah orang-orang yang paling gencar memvonis orang-orang NU sebagai ahli neraka, penyembah kuburan, kaum musyrik dan celaan-celaan yang tak pantas dilakukan oleh seorang muslim. Saksi serta buktinya adalah warga NU di Bandung. (Baca Kicauan Denny Siregar: Indonesia Darurat Khilafah dan Wahabi)

SFA: Ada hubungan apa antara ANNAS dan Ust Athian Ali ?

KHA: ANNAS adalah salah satu gerakan Takfirisme yang didanai dari beberapa pengusaha baik dari dalam dan luar negeri. Ideologi Wahabi ini sangat berbahaya sekali, gerakan ANNAS ini diketuai oleh Athian Ali, ini merupakan gerakan yang dapat memecah-belah persatuan dalam beragama dan bermadzhab di Indonesia yang sebelumnya damai dan aman ini.

SFA: Kenapa Seringkali Ust Athian Ali mengaku sebagai perwakilan dari NU?

KHA: Athian Ali jelas bukan orang NU, dia orang PERSIS yang berfaham wahabi.

SFA: Apa Bahayanya Gerakan Wahabi dan ANNAS Bagi NKRI?

KHA: Amat Jelas sangat betapa berbahayanya gerakan ANNAS dan gerakan-gerakan intoleran lainnya bagi NKRI. Kita tidak bisa menutup mata dari kebenaran yang nyata. Siapa yang mengebom Bali?  Cirebon?  Hotel JW Marriot? yang menduduki masjid-masjid NU secara de facto dan de jure? siapa yang anti hormat bendera? anti NKRI? anti Pancasila? dan ingin dirikan Negara khilafah? Apakah orang-orang Hindu, Kristen, Budha, NU, Muhammadiyah?  Jawabannya jelas dan pasti bukan mereka semua, tapi orang-orang Wahabi. Yang jelas sekarang bahwa ada dua surat yang beredar di Masyarakat, menurut saya surat edaran dari yang saya share di facebook itu benar atau salah yang jelas bahwa gerakan ekstrimisme yang dilakukan oleh Athian Ali dengan menggunakan ANNAS adalah sebuah bentuk gerakan yang bisa menghancurkan toleransi beragama di Indonesia, karena kalau kita melihat kasus di Suriah, Libya, Irak Semuanya peperangan itu muncul berawal dari gerakan Khilafah dan Wahabi yang ingin membuat Negara di dalam Negara “Khilafah” dengan menggunakan Isu sektarian. (Baca Abu Janda Al-Boliwudi: Kelompok Khilafah Pemakar NKRI, Pembenci Pancasila dan Anti Nasionalisme)

Tolak Khilafah

SFA: Jadi ini Bagaimana pak Kyai?

KHA: Itu biar urusan saya sama Athian Ali lah, yang jelas Jawa Barat tidak boleh berkembang aliran Takfirisme yang dibawa oleh Athian Ali dan ANNAS untuk Goyang NKRI, NU, Muhammadiyah.

Waspada Aliran Terorisme

Terima kasih pak Kyai Alawi atas kesempatannya bisa memberikan klarifikasi tentang Surat Edaran yang tersebar di masyarakat. Beliau adalah salah satu tokoh NU di Jawa Barat yang ikut mengamankan masjid-masjid NU dari kelompok ekstrimis ini. (Baca Tuhan, Nabi, Khulafaurrosyidin Tak Perintahkan Buat Negara Khilafah)

Pada bulan maret 2012 Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan Ghani, Senin (26/3/2012), menjelaskan, Jawa Barat termasuk kawasan yang cukup banyak menghadapi tantangan penetrasi ideologi garis keras ke dalam masjid. Untuk itu, revitalisasi masjid dan penguatan organisasi kemasjidan hingga ke tingkat bawah menjadi sangat dibutuhkan, untuk penyelamatan masjid-masjid NU. (Baca Wahabi Membakar Al-Qur’an, Kitab Hadis dan Hancurkan Kuburan Sahabat Nabi)

“Itu adalah usaha LTMNU untuk mengamankan masjid NU untuk kemaslahatan bersama,” tandas Manan. Wallahu A’lam Bisshowab… (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: