Nasional

Website Sarkub Bongkar Kepalsuan Wahabi Palsukan Kitab Aswaja

9 Desember 2015,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Kami Himbau buat teman-teman semua untuk berhati-hati… Sekarang mulai ada pembagian, kitab-kitab Gratis dari kelompok Wahabi Salafi. Semalam ana mendapatkan dari teman, 1 Dus kitab yang berisi :

  1. Tafsir Ibnu Katsir.
  2. Fatkhul Madjid Syarah Kitab Tauhid.
  3. Riyadhus Sholihin.
  4. Bulughul Marom
  5. Arrohiqul Makhthum.

Kutub Aswaja

Kitab-kitab tersebut, telah disebarkan dan dibagikan oleh beberapa sponsor dari kelompok mereka.. salah satunya Maktab Darussalam.

Mereka dengan sengaja mentahqiq, mentakhrij dan meringkas kitab-kitab hadist yang jumlah halamannya besar untuk menyembunyikan hadis-hadis yang tidak mereka sukai. (Baca Stempel Syiah Cara Wahabi, Teroris Serta Kelompok Radikal Padamkan Cahaya Qur’an dan Sunnah yang Cinta Persatuan)

Untuk membentengi dan memperkokoh ajaran wahabi yang rapuh secara dalil (naqli) maupun secara ilmiah (aqli)…

Maka apapun akan mereka lakukan. Segala cara akan mereka tempuh demi tercapainya tujuan mereka itu, meskipunn dengan cara-cara tidak terpuji, seperti Mentahqiq dan men Tahrij kitab-kitab Ahlu sunnah Waljama’ah. (Baca Agus Sunyoto; Wahabi Singkirkan Wali Songo)

  • Tahqiq adalah upaya penelitian secara mendalam terhadap sebuah manuskrip (makhthuthat) sebelum mencetak dan menerbitkan manuskrip tersebut. Biasanya juga memberikan komentar-komentar terhadap naskah yang ditahqiqnya itu.
  • Sedangkan Takhrij adalah upaya penelitian terhadap suatu hadits untuk menunjukkan atau menisbatkan hadits tersebut pada sumber-sumbernya yang asli, yang mengeluarkannya secara lengkap dengan sanadnya.

Terkadang, kata takhrij juga dimaknai sebagai upaya penelitian terhadap tingkat kesahihan sebuah hadits.

Takhrij juga diartikan sebagai upaya memisahkan antara hadits yang shahih, hasan, dho’if dan palsu atau mungkar dalam suatu kitab kumpulan hadits oleh seorang Mufti atau Muhaddits.

Misalnya, kitab Sunan Ibnu Majah ditakhrij untuk mengeluarkan hadits-haditsnya yang shahih saja, sehingga terbitlah kitab Shahih Ibnu Majah.

Sebagai contoh, kasus hilangnya beberapa hadis dari kitab Shahih Muslim, Musnad Ahmad dan lainnya, yang diringkas dengan alasan untuk memudahkan dalam membacanya.

Website Penebar Radikalisme

Padahal, dalam buku-buku ringkasan dan takhrij tersebut, banyak hadis-hadis penting yang mereka buang karena tidak sesuai dengan faham mereka. (Baca Ustad Solmed: Indonesia Tanah Ahlussunnah Bukan Ahlu Fitnah, Indonesia Darurat Wahabi)

Indonesia darurat Wahabi dan Takfirisme

Kasus ini diakui oleh tokoh-tokoh ulama timur tengah. Atas segala kejadian semacam itu, tokoh ulama terkemuka Syiria, Syaikh Sa’id Ramadhan al-Buthi berkata :

“….Tetapi amanat Allah, ilmu dan mahluk-Nya, membuatku merasa terpanggil untuk mengingatkan umat islam dari perbuatan-perbuatan aneh seperti ini, yang telah dimanipulasi oleh orang-orang yang mengajak manusia untuk mengikuti mereka, bersandar kepada ajaran agama mereka ,dan meriwayatkan hadis-hadis dari nabi .”

Oleh karena itu, sebaiknya berhati-hatilah wahai umat islam dari buku-buku terbitan Salafi Wahabi, Karena adanya bahaya laten dalam pemalsuan isi dan kandungan buku, sebagaimana diungkapkan oleh Syaikh al-Buthi tersebut.

Sejarah maupun data telah menunjukan bukti kuat bahwa mereka dikenal tidak amanah dalam menyampaikan ilmu. (Baca Kicauan Denny Siregar: Indonesia Darurat Khilafah dan Wahabi)

Karenanya, telitilah dalam membeli dan cermatilah dalam mencari buku bacaan, sehingga diri Anda, orang tua Anda, anak-anak dan istri Anda, serta orang-orang Anda cintai tidak tergelincir dalam kesesatan.

Mereka (wahabiyah) juga membuang hadis-hadis yang tidak mereka sukai dalam buku yang mereka terbitkan ,sehingga tidak sesuai dengan buku aslinya yang diterbitkan oleh penerbit lain.

Hal ini sebagaimana yang terjadi pada kitab kitab syarah muslim, dimana mereka membuang hadis-hadis tentang sifat Allah .

Juga sebagaimana hilangnya 49 kalimat dalam kitab shahih bukhari, dan raibnya beberapa hadis tentang keutamaan Sayyidina Ali K.W dalam kitab Ash-Showa’iq al- Muhriqoh fi ar-rod ‘ala ahli Bida’ wa zindiqoh.

Kasus ini juga dialami oleh Imam al-Kautsari ketika dia mentahqiq kitab al-Asma wa ash-Shifat karya Imam Baihaqi (h. 356).

Dia mengatakan bahwa hadits yang disebutkan oleh Abu Bakr ash-Shamit al-Hanbali yang diriwayatkan dari Abdullah ibnu Ahmad ibnu Hanbal dalam kitab as-Sunnah telah menghilang dari buku terbitan mereka.

Al-Buthi berkata: “Aku tidak menemukan hadits itu dalam buku yang mereka terbitkan, sepertinya dewan editor sengaja menghapusnya sebagai bentuk penyelewengan.”

Kaum wahabi lalu memalsukan buku-buku ulama yang mereka pandang strategis bagi umat dengan cara mencetak ulang buku tersebut.

Namun hal itu dilakukan setelah tangan-tangan terampil mereka mengedit, mengubah, dan memalsukannya sesuai keinginan, pesanan, faham, dan cara berfikir Mereka. (SFA)

Sumber: Sarkub

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Terorisme, Radikalisme Bukan Pengikut Agama Ilahi | SALAFY NEWS

  2. Pingback: Bongkar Kebohongan Dr Zakir Naik Ustad Wahabi yang Anti Maulid | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: