Amerika

Wichita Gelar Upacara Penghormatan Buat Abdul Jalil Al-Arbash

Salafynews.com, KANSAS – Sekitar 100 orang berkumpul di Rathigant Student Center di halaman kampus Wichita State, Jum’at(5/6) sore kemarin untuk memberikan penghormatan atas meninggalnya Abdul Jalil al-Arbash yang syahid karena mencegah terjadinya serangan teror di Saudi Arabia minggu lalu.

Pada upacara berkabung untuk memberi penghormatan kepada Abdul Jalil al-Arbash kemarin, banyak rekan pemuda yang terkenal supel dan humoris itu yang menangis.

Khondoker Usama, wakil presiden dari Asosiasi Kepengurusan Mahasiswa Wichita State menyatakan, “Abdul Jalil tidak memiliki banyak waktu untuk mengambil keputusan. Ini adalah panggilan yang sangat menentukan untuknya…..dan saudara kita…telah memenuhi panggilan yang tepat, di waktu yang tepat.

Para mahasiswa yang datang mengenakan T-Shirts dengan hastag twitter #The_Hero_Jaleel, tampak mengikuti berjalannya acara dengan khidmat. Seorang mahasiswa yang mengatakan dirinya adalah teman baik al-Arbash mengatakan,” al-Arbash selalu ingin melakukan sesuatu di hidupnya yang bisa menunjukkan bahwa ia adalah seorang muslim sejati. Ia selalu ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa Islam bukanlah agama kebencian yang membahayakan masyarakat. Islam bukanlah sebatas seberapa banyak engkau membaca al-Qur’an atau seberapa banyak shalatmu. Islam adalah tentang cinta, perdamaian dan menolong orang lain.

Syahid Abdul Jalil Al-Arbash

Syahid Abdul Jalil Al-Arbash

Dari cara teman-teman maupun keluarga memujinya, begitulah al-Arbash terlihat begitu dicintai dan disayangi.

“Kami percaya bahwa menjadi seorang syahid adalah cara paling terhormat dalam menemui kematian, itulah kenapa kami tidak menangisinya berlebihan hari ini. Kami percaya Abdul Jalil bahagia sekarang”, ungkap seorang sepupunya di acara tersebut.

Bunga Mawar Buat Si Syahid Al-Arbash

Bunga Mawar Buat Si Syahid Al-Arbash

Wichita

Wichita State University

“Kami tahu, kehilangan Abdul Jalil adalah hal yang sangat menyedihkan, tapi orang-tuanya pun bahkan telah berkata”, Jangan sesali apa yang terjadi padanya, kalian seharusnya bahagia….karena memiliki seorang pahlawan sepertinya”.

Para mahasiswa yang hadir mendapat sekuntum mawar merah dengan sebuah foto Alarbash bertuliskan sebuah catatan kecil yang berbunyi, “Kami selalu mendengar tentang para pahlawan, sekarang kami mengenalinya di kehidupan nyata.

”Sering ayahku berkata….berilah orang-orang bunga selagi mereka masih hidup,” ungkap Joseph Shepard salah seorang mahasiswa WSU dalam ungkapan belasungkawanya sambil menggenggam setangkai mawar merah. “Aku berharap, kita memiliki kesempatan itu sebelumnya”.

“Mereka yang mengenal Jalil, mengenalnya sebagai pahlawan, seseorang yang pemberani dan selalu berhiaskan senyum di wajahnya, dan walaupun ia tidak bersama kita lagi disini, kita masih bisa memberi Jalil bunga. Kita masih bisa mengenalinya dari apa yang telah ia lakukan”.

Lebih dari 10 orang memberikan sambutan, termasuk Presiden Mahasiswa, John Bardo dan Maira Salim, presiden Asosiasi Mahasiswa Muslim.

Bardo mengatakan dalam sambutannya “ Saya dan Al-Arbash bukan dari keluarga, suku ataupun bangsa yang sama, dan bahkan bukan berasal dari agama yang sama, tapi ia dulu dan kini, adalah saudara kita semua”. (lm/myinforms)

Hastag #The_Hero_Jaleel

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: