Amerika

Wikileaks File; AS Berencana Jatuhkan Assad Semenjak 2006

Salafynews.com, LONDON – Amerika Serikat teah berencana untuk menggulingkan pemerintahan Suriah jauh sebelum konflik di negara itu pecah di tahun 2011. Hal ini diungkap pendiri WikiLeaks, Jullian Assange saat wawancara mengenai buku barunya yang ditayangkan RT pada hari Rabu(10/9) kemarin.

Buku baru Assange, the WikiLeaks Files, dalam sebuah babnya menyinggung mengenai sebuah kabel kepada Dubes AS, William Roebuck, yang ditempatkan di Damaskus pada tahun 2006, mengenai rencana Amerika untuk menjatihkan pemerintahan Presiden Suriah, Bashar al-Assad.

“Rencana itu antara lain adalah untuk menggunakan berbagai faktor yang berbeda dalam menciptakan paranoia di tubuh pemerintahan Suriah, memaksanya bereaksi berlebihan, dan membuatnya ketakutan mengenai akan adanya kudeta,” ungkap Assange.

Ia mengatakan bahwa komponen kunci rencana tersebut adalah dengan mendorong ketegangan antara Sunni dan Syiah, menciptakan dam menyebarluaskan gosip “yang jelas-jelas salah” mengenai Iran, dengan bantuan Arab Saudi dan Mesir.

Assange menekankan bahwa kabel itu “cukup memprihatinkan” karena rencana-rencana AS untuk kawasan terkandung di dalamnya. Ia menambahkan, bahwa untuk mengerti apa yang terjadi di dalam dan sekitar Suriah, aliansi regional haruslah diperiksa.

“Sebagian besar dari masalah di Suriah adalah bahwa kau memiliki sejumlah sekutu AS di sekitarnya, terutama Saudi dan Qatar sebagai pemasok senjata. Turki demikian juga, adalah seorang aktor yang sangat serius. Setiap dari mereka memiliki ambisi pribadi masing-masing di kawasan. Israel apalagi, jika pemerintahan Suriah berhasil dilumpuhkan, mereka merasa akan berada dalam posisi dimana mereka bisa memiliki dataran tinggi Golan selamanya, atau mungkin bahkan memperluas wilayah itu,” tambahnya.

Suriah telah terperangkap dalam konflik mematikan semenjak tahun 2011. Menurut laporan, kekuatan-kekuatan Barat dan para sekutu mereka di kawasan, terutama Qatar, Arab Saudi dan Turki mendukung operasi para milisi didalam negeri.

Sekitar 250.000 orang dilaporkan telah tewas dan jutaan lainnya mengungsi akibat dari krisis yang melanda negara itu.

Assange juga kini berada dibawah penyelidikan AS semenjak websitenya WikiLeaks merilis beberapa dokumen militer dan diplomatik AS semenjak tahun 2010. Ia telah berada di kedutaan Ekuador di London semenjak tahun 2012 dan memiliki jaminan suaka politik dari negara Amerika Selatan itu setelah ia kalah dalam pertempuran legal melawan ekstradisinya ke Swedia, dimana ia harus menghadapi tuduhan pelecehan seksual. Diyakini bahwa ekstradisi Assange dilakukan untuk mengirimnya ke Amerika Serikat dimana ia diburu setelah dirinya merilis ribuan dokumen yang berkaitan dengan perang Irak dan Afghanistan di website whistleblowernya. (lm/rt/ptv/Sfa)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: