Internasional

WSJ: 96% Warga AS Berpendapat Kemarahan Kulit Hitam Akan Merebak ke Seluruh Negri

Salafynews.com – Mayoritas penduduk Amerika berpendapat bahwa kerusuhan yang baru-baru ini melanda Baltimore akan menular ke kota-kota lain di Amerika Serikat, menurut sebuah jajak pendapat nasional terbaru.

Survei yang dilakukan oleh Wall Street Journal dan NBC News dan dirilis pada hari Minggu, menemukan 96 persen warga Amerika berpendapat bahwa peristiwa serupa akan terjadi di bagian lain dari Amerika Serikat selama musim panas mendatang.

Kota Baltimore di Maryland yang berpenduduk mayoritas kulit hitam telah menjadi pusat demonstrasi setiap harinya sejak kematian tragis dari Freddie Gray, warga keturunan Afrika-Amerika yang meninggal karena cedera leher yang parah pada tanggal 19 April, seminggu setelah ia ditangkap oleh polisi Baltimore.

Protes, yang kadang-kadang berubah menjadi kekerasan, dipandang sebagai gejala dari kemarahan yang meluas di Amerika Serikat. Dimana warga keturunan Afrika-Amerika dan minoritas lainnya selama ini tunduk pada kebrutalan polisi.

Kekerasan meletus di Baltimore pekan lalu karena ratusan pendemo diketahui menjarah toko-toko, membakar bangunan dan melukai sejumlah polisi menyusul pemakaman Gray pada tanggal 27 April.

Seorang wargar berjalan melewati mobil yang terbakar dekat persimpangan Pennsylvania Avenue dan North Avenue di Baltimore pada tanggal 27 April 2015. (Sumber: AFP)

Seorang wargar berjalan melewati mobil yang terbakar dekat persimpangan Pennsylvania Avenue dan North Avenue di Baltimore pada tanggal 27 April 2015. (Sumber: AFP)

Survey WSJ juga menemukan bahwa sebagian besar orang Amerika berpendapat bahwa masalah kerusuhan Baltimore ini akan meluas pada skala nasional Amerika Serikat, tidak hanya pada skala lokal di kota tersebut.

Sekitar 60 persen dari warga kulit hitam mengatakan kerusuhan di Baltimore adalah hasil dari dendam lama kepada aparat yang sering menganiaya wagra keturunan Afrika-Amerika. Sementara 27 persen mengatakan krisis itu disebabkan oleh orang-orang yang menggunakan kematian Freddie Gray sebagai alasan untuk terlibat dalam penjarahan dan kekerasan.

Warga kulit putih memiliki pandangan yang berbeda terkait kerusuhan ini. Dengan 58 persen menyalahkan “penjahat” karena melakukan kekerasan dan 32 persen mengatakan ketegangan polisi-masyarakat adalah penyebabnya.

Pada hari Minggu, Walikota Balltimore Stephanie Rawlings-Blake memberlakukan jam malam di kota tersebut.

Bukti kebrutalan polisi -yang direkam oleh kamera hp, kamera dashboard dan CCTV– telah merusak kepercayaan dari warga Amerika, terutama warga keturunan Afrika-Amerika, pada lembaga penegak hukum setempat.

Pembunuhan beberapa pria kulit hitam oleh polisi kulit putih dalam beberapa bulan terakhir tanpa dakwaan dari hakim telah memicu protes besar-besaran di seluruh negeri. (ms)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: