Eropa

Yunani Terancam Keluar dari Uni Eropa dan Zona Euro

Salafynews.com, ATHENA Bank Yunani menyatakan bahwa Athena kemungkinan akan meninggalkan zona Euro dan juga Uni Eropa jika gagal mencapai kesepakatan untuk membayar angsuran bailout sebesar 7,2 miliar Euro.

“Kegagalan untuk meraih kesepakatan akan menandai permulaan pelajaran menyakitkan yang akan mengakibatkan awal keluarnya Yunani dari wilayah Euro dan (kemungkinan besar) dari Uni Eropa,”  demikian pernyataan pihak Bank pada hari Rabu (17/6).

Mata Uang YunaniPenanganan krisis hutang Yunani kini menghadapi masalah yang mungkin tak terbatas dan tak terkendalikan, dimana hal ini berbahaya bagi sistem perbankan dan stabilitas keuangan.  Keluar dari zona Euro hanya akan menambah kekacauan yang sudah mulai dirasakan, dan sebagai hasilnya, krisis nilai tukar mata uang yang mendalam hanya akan membuat inflasi meroket.

“Semua ini akan menimbulkan resesi mendalam, penurunan dramatik terhadap level penghasilan, kenaikan jumlah pengangguran, dan runtuhnya ekonomi Yunani yang telah dicapai bertahun tahun dalam Uni Eropa,  khususnya dalam keanggotaan  zona Euro. Dari posisinya sebagai anggota inti Eropa, Yunani akan menyaksikan sendiri kemerosotan negaranya ke tingkat negara miskin di Eropa Selatan,” tambah pernyataan Bank tersebut.

greece_debt_june_payments_finalInilah mengapa Bank Yunani melakukan perjanjian hutang  sebagai sebuah “keharusan sejarah” yang tak mungkin diabaikan.

Lima bulan negoisasi tanpa hasil telah mengakibatkan ketidakpastian tingkat tinggi di Yunani, yang memukul negeri itu. Hal ini dapat dilihat dari imbal obligasi yang lebih tinggi, dan kerugian bisnis keuangan Yunani di pasar modal.

“Dari sisi domestik, ketidakpastian tinggi tercermin dalam penurunan indikator sentimen dan kepercayaan ekonomi serta penarikan deposito oleh bisnis dan rumah tangga.”

Antara Oktober 2014 dan April 2015 sebesar 30 miliar Euro telah ditarik dari deposito.

Ketakutan bahwa Yunani akan meninggalkan Euro merebak setelah negara itu menunda pembayaran 300 juta euro kepada IMF pada 5 Juni lalu, dan menjanjikan akan menyatukan pembayaran 4 kali bulan Juni dengan total 1,6 miliar euro dan membayarkannya di akhir bulan.

Perbedaan pendapat yang selama ini terjadi antara negara-negara kreditur dengan pemerintahan Yunani ternyata tidak dapat dijembatani dan hal ini menimbulkan potensi keluarnya Yunani dari Uni Eropa semakin besar.

Negosiasi yang gagal tersebut berlangsung di Brussels dan dihadiri oleh berbagai perwakilan negara-negara kreditur, IMF, Uni Eropa, serta perwakilan dari pihak Yunani. Sinyal bahwa gagalnya terjadi kesepakatan diantara mereka sudah terlihat ketika kegiatan ini berakhir lebih cepat dari jadwal yang diperkirakan, yakni hanya selama 45 menit. Bahkan untuk lamanya waktu resmi pertemuan ini, antara pihak Uni Eropa serta Yunani merilis lama waktu yang berbeda dimana pihak Uni Eropa mengatakan 30 sedangkan Yunani mengatakan 45 menit melalui situs resmi mereka masing-masing. (SFA/LM/RT)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: