Artikel

Yusuf Muhammad: Indonesia ‘Neraka’ Bagi Teroris

Selasa, 19 Juli 2016,

SALAFYNEWS.COM, SURABAYA – Selamat bertemu “72 Bidadari Surga”, Santoso! Entah mengapa saya merasa makin bangga dengan Indonesia. Segala bentuk teror dan ancaman dari kelompok radikal selalu dilawan tanpa rasa takut sedikitpun oleh pemerintahan saat ini. (Baca: Pansus RUU Terorisme Masukkan Peran TNI dalam Pemberantasan Terorisme)

Siapa yang tak kenal Santoso alias Abu Warda?

Pemimpin kelompok teror di Poso, Sulawesi Tengah yang masuk ke dalam daftar teroris yang paling diburu sejak tahun 2007. Dia dituding sebagai otak pembunuhan dan mutilasi terhadap tiga siswi SMK di Poso, disusul kasus pembunuhan terhadap sejumlah polisi yang dikuburkan dalam satu lubang. (Baca: )

Santoso merupakan pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dibaiat secara langsung oleh Abu Bakar Baasyir, laiknya Jemaah Anshorut Tauhid (JAT). Setelah itu, dia mulai memperkenalkan dirinya dengan membuat video dan menyebarkannya melalui jejaring sosial. (Baca: Denny Siregar: Tito Karnavian The New Avengers Jokowi)

Kini, pria yang menganut paham radikal dan pemimpi “72 Bidadari Surga” ini dikabarkan telah tewas di Tambarana, Poso Pesisir Utara, Sulteng setelah ditembak oleh prajurit Raider Kostrad yang ikut tergabung dalam Satgas Tinombala.

Apapun bentuknya aksi terorisme tidak dapat dibenarkan, dan Presiden Jokowi pun dengan tegas mengutuk segala perbuatan terorisme tanpa ragu dan rasa takut sedikitpun. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya pelaku teror yang berhasil dilumpuhkan diera pemerintahanya, termasuk tewasnya terduga Santoso. (Baca: Inilah Misteri Kelompok Khilafah Anti NKRI Serang Densus 88 dan NU)

Apakah itu suatu kebetulan?

Tidak ada yang kebetulan. Tewasnya Santoso bukan karena Jokowi, tapi memang karena Tuhan telah memanggilnya dengan cara ditembak oleh pasukan Satgas Tinombala yang terjadi diera kepemimpinan Presiden Jokowi.

Saya jadi ingat dulu ada yang curhat di depan awak media sambil menunjukkan foto yang ditembak oleh peneror dibagian pipinya, siapa ya? (Dilarang disebut nama loh ya hehehe). (Baca: Revolusi Polri Ala ‘Koppig’ Jokowi)

Indonesia kini bukan Indonesia yang dulu lagi…

Jika Indonesia dulu dianggap ‘Surga dunia’ oleh kelompok sparatis, maka dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi Indonesia akan menjadi ‘Neraka’ bagi kelompok Teroris.

Teruslah berantas terorisme di negri ini pakde, jangn beri tempat dan ruang sedikitpun bagi mereka, kami akan selalu mendukungmu. (SFA)

1 Comment

1 Comment

  1. Bambang as

    July 20, 2016 at 12:48 pm

    Setiap ada teroris mati selalu sy tanyai kamu msk surga/neraka.mrk selalu menjawab neraka lalu malaikat menunjukan bgmn siksanya.yg paling gres santoso dia dipetantang dicambuk i malaikat.rasakno kapok koen.inilah korban yg berguru kpd kyai2 yg berhati kotor yg menganggap hanya kelompoknya ahli surga.umat yg lain kafir.pantas dibunuh.spt yg pernah mrk rilis menggorok orang tua.membunuh orang yg tdk bersalah dimasukan neraka jahanam.ngaku islam tapi tdk bisa menjalankan syariah islam yg rohmatan lil alamin.kasih sayang kpd sesama. maqom kyai nya syareat.ahli kitab dangkal ilmunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: