Fokus

Yusuf Muhammad: Tax Amnesty ‘Neraka’ Bagi Singapura

Senin, 25 Juli 2016,

SALAFYNEWS.COM, SURABAYA – Singapura sebagai salah satu negara “Tax Haven” (Surga Pajak) kini tak berdaya lagi menghadapi kebijakan “Tax Amnesty” Jokowi.

Berbicara soal “Tax Amnesty” mungkin masih asing bagi sebagian kalangan diantara kita, namun sejatinya hal ini sudah lama diwacanakan dan oleh pemerintah sebelumnya namun selalu gagal.

Mengapa bisa ‘gagal’? (dalam tanda kutip)

Hal itu dikarenakan pemerintah saat itu dan para pembuat UU yaitu, anggota DPR yang enggan mengesahkan “RUU Tax Amnesty“. Akibatnya kepastian hukum tidak ada, para pengusaha atau peserta Tax Amnesty juga enggan mengikutinya karena minimnya kepercayaan terhadap pemerintah.

Diera SBY, 10 tahun “tax amnesty” hanya wacana dan wacana. (Baca: Singapura Jegal Tax Amnesty Program Jokowi)

Para pengusaha itu sangat cerdik, mereka mampu membaca potensi keuntungan dan kerugian jika uang mereka dibawa ke Indonesia. Dalam hal ini, uang mereka tentu akan digunakan untuk berbagai hal misalnya, dimasukan dalam surat berharga, pembangunan infrastruktur dan lainya yang dapat mendongkrak ekonomi Indonesia.

Nah, minimnya kepercayaan bukan tanpa alasan, banyak kita jumpai pembangunan infrastruktur yang terbengkalai pada era sebelumnya, begitu juga dengan kepastian hukum yang masih jadi tanda tanya. Tahu sendiri kan kasus bank Century, berapa banyak uang nasabah yang raib dan belum kembali?

Jika pemerintah sebelumnya gagal mewujudkan “Tax Amnesty” dan menarik dana repartiasi, maka tidak untuk Jokowi. Jokowi hadir memberikan “Win-win solusion” serta kepastian hukum dengan disahkanya RUU Tax Amnesty oleh DPR disidang Paripurna, selasa (28/6/16). (Baca: Tax Amnesty Menurut ‘Kacamata’ Denny Siregar)

Kepastian hukum soal RUU Tax Amnesty sangat penting, dan pemerintah juga komit dengan perbaikan pembangunan diberbagai sektor, mulai dari pembangunan infrastruktur, hingga perbaikan sistem hukum. Jadi wajar kalau para peserta tax amnesty berbondong-bondong akan memindahkan uangnya masuk ke Indonesia karena mereka ada “trust” terhadap pemerintah saat ini.

Bayangkan saja, Singapura sampai berupaya ‘menjegal’ kebijakan Jokowi dengan berbagai insentif dan iming-iming bunga bank 4% agar uang WNI yang disimpan di Singapura tidak dipindah. Bukan rahasia umum bahwa banyak uang orang2 Indonesia yang disimpan di Singapura, bahkan menurut menteri keuangan, Bambang Brodjonegoro, ada lebih dari Rp 4.000 triliun.

“Tax Amnesty adalah ‘Neraka’ bagi Singapura

Bayangkan jika uang sebanyak itu berduyun-duyun masuk ke Indonesia. Singapura akan ‘Keok’ dan tidak berdaya, karena selama ini yang kaya sebenernya adalah Indonesia, bukan Singapura. Dan siap2 lah, Singapura akan mulai kekeringan likuiditas dan diambang kebangkrutan menghadapi Jokowi. (Baca: Di Era Jokowi, Istana adalah Rumah Rakyat Indonesia)

Ingat! sekarang Jokowi yang pegang kendali, bukan sang ‘Mantan’ yang dulu pernah masuk Rekor Muri. Sruput dulu kopinya pakde Jokowi. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Yusuf Muhammad

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: