Eropa

Zakharova; Peringatkan AS Untuk Hentikan Rencana “B”

3 Maret 2016

MOSKOW, SALAFYNEWS.COM – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova menegaskan bahwa tidak ada jangka waktu tertentu untuk gencatan senjata di Suriah dan tidaklah benar pernyataan yang menyebutkan gencatan senjata itu hanya berlaku selama dua minggu saja, ia juga menyerukan Washington untuk bersikap bersih dalam menjalankan kesepakatan tanpa membicarakan tentang rencana “B”.

Saat konferensi pers di Moskow hari ini, Zakharova mengomentari beberapa pemberitaan sebagian media terutama media Barat yang menyebutkan bahwa gencatan senjata hanya berlaku selama dua minggu.

Dia mengatakan “Kami ingin menarik perhatian semua, bahwa dalam pembicaraan gencatan senjata di Suriah tidak ada pembicaraan tentang jangka waktu tertentu atau waktunya tidak dibatasi”, ia juga menjelaskan bahwa semua pendapat yang berbicara tentang periode tertentu itu adalah pandangan pribadi dan sama sekali tidak mencerminkan pandangan dari masyarakat internasional.

Pada kesempatan itu Zakharova juga menyebutkan adanya perluasan proses rekonsiliasi lokal di Suriah selama tiga hari pertama sejak diberlakukannya kesepakatan gencatan senjata, ia juga menyinggung bahwa ada 31 pelanggaran dan semua laporan pelanggaran itu telah disampaikan ke pusat koordinasi Amerika Serikat yang berada di Amman. Juru bicara Departemen Luar Negeri Rusia juga menegaskan bahwa pembicaraan rencana “B” atau “rencana alternatif” akan tetap menjadi “sebatas pembicaraan”.

Dia mengatakan “Kami menyeru mitra kami Amerika Serikat agar tetap berkomitmen dan perlunya sikap bertanggung jawab dan serius terkait perjanjian Rusia-Amerika dalam masalah gencatan senjata di Suriah. Terus  bekerjasama dengan kelompok internasional untuk memberikan dukungan kepada Suriah dan para pemain lain, mendukung rencana Rusia-Amerika sebagai dasar untuk pembentukan keamanan dan stabilitas di Suriah serta mengembangkan proses politik atas dasar resolusi PBB 2254 “.

Pada saat yang sama Zakharova untuk kesekian kalinya menegaskan bahwa sikap Rusia terhadap krisis di Suriah tetap dan tidak berubah, ia juga menyebutkan bahwa Suriah adalah negara berdaulat dan masa depan negara itu diputuskan oleh rakyat Suriah itu sendiri. [Sfa]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: