Umum

Zionis Symbol Terorisme Negara yang Paling Berbahaya

DAMASKUS, Salafynews.com – Peserta konferensi internasional anti-terorisme di Suriah menerangkan bahwa organisasi teroris sebagai musuh bersama bagi semua negara, menyerukan aksi bersama dan sistematis dalam melawan terorisme.

Pernyataan akhir dari International Media Conference Against Terrorism, yang diselenggarakan di ibukota Suriah, Damaskus, dari 23-25 Juli menyerukan semua organisasi teroris sebagai “musuh bersama” bagi semua negara dan masyarakat dunia.

Konfrensi_Anti_Terorisme_Di_DamaskusPernyataan, yang disebut “Deklarasi Damaskus,” mendesak aksi regional dan internasional yang sistematis dengan bekerjasama dan berkoordinasi diantara semua negara baik di bidang politik, keamanan dan militer untuk melawan organisasi teroris dan menghadapi negara pendukung teroris.

Deklarasi juga meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengadopsi resolusi dalam menghadapi terorisme dengan segala cara yang mungkin dan memotong dukungan bagi organisasi teroris.

Deklarasi ini juga menyerukan pembentukan sebuah sistem hukum internasional untuk mengadili para pendukung terorisme dan mengambil langkah-langkah untuk melarang media yang mempromosikan kegiatan organisasi tersebut.

Para peserta dalam konferensi juga menekankan dukungannya terhadap negara dan pemerintah yang memerangi terorisme, termasuk di Irak, Suriah, Libya, Mesir, Afghanistan, dan Tunisia, menuntut rencana kerjasama media untuk menyebarkan kesadaran tentang cara menghadapi ideologi Takfiri dan Islamophobia.

Mereka juga menyoroti bahwa isu pendudukan Israel di Palestina akan tetap menjadi inti perjuangan, mengatakan bahwa rezim Tel Aviv adalah “symbol terorisme negara yang paling berbahaya.”

Pernyataan itu menggarisbawahi peran penting gerakan perlawanan untuk membersihkan wilayah dari terorisme Takfiri.

Para peserta konferensi juga memuji pemerintah Suriah atas “ketabahannya yang kuat” dalam memerangi teroris Takfiri.

Pertemuan anti-terorisme internasional dihadiri oleh 130 tokoh media dari berbagai negara. Para delegasi dalam konfrensi dua hari itu juga membahas peran “komitmen” media dan “media bayaran” dalam mempengaruhi opini publik, proses liputan berita, konflik saat ini, dan pentingnya pelaporan.

Mohammad Akhgari, direktur World Service dari Republik Islam Iran Broadcasting  yang hadir dalam konferensi itu, mengatakan negara-negara Barat tertentu serta negara-negara Arab reaksioner menggunakan metode-metode yang berbeda untuk membungkam berita perlawanan.

Pimpinan IRIB itu juga menyinggung catatan Barat yang berusaha gambaran merusak Islam murni, mengatakan, “Negara-negara ini benar-benar takut penyebaran informasi … tentang perlawanan media yang transparan dan mengekspos negara hegemoni Barat”. [PTV/IR/SFA]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: